Selasa, 27 September 2011

Mengorbankan sowi gunung untuk nama pembangunan

Libur panjang lebaran kemarin merupakan hari yang dinikmati semua orang, begitu juga dengan saya yang akhirnya memilih longweekend di Manokwari setelah tidak mampu membeli tiket pesawat kearah barat yang super mahal :-) Biasanya saya di Manokwari paling hanya 2 hari sehingga tidak sempat kemana-mana dan mumpung waktu libur yang cukup ini saya pakai untuk melihat-lihat kota kembali.. hmmm.. hampir 5 tahun tidak melihat dari dekat, ternyata perubahan kota yang cukup pesat. Untuk tata kota menurut saya cukup berhasil, rapi dan teratur… jarak bangunan yang di pinggir jalanan mempunyai jarak ideal dari marka jalan sehingga kedepannya pemerintah setempat tidak kesulitan jika harus perluasan / pelebaran jalan.
Akan tetapi ada beberapa hal yang dalam pembangunan tidak memperhitungkan amdal sehingga akan berdampak ke lingkungan Manokwari kedepannya. Manokwari adalah daerah pantai yang dikelilingi oleh pegunungan, beberapanya adalah gunung meja dan sowi gunung yang keduanya setahu saya merupakan hutan lindung guna peresapan air bagi kota Manokwari. Akan tetapi kondisi sowi gunung saat ini
yang saya lihat adalah sudah mulai terpakai untuk pembangunan baik perkantoran dan perumahan. Memang pemadangan (view) dari sowi gunung sangat indah, sehingga sangat menarik bagi siapa saja untuk membuat tempat tinggal maupun perkantoran di tempat tersebut. Dari tempat tersebut dapat melihat kearah laut lepas dengan kapal-kapal yang keluar masuk, sebagian wajah kota Manokwari dan bisa melihat bandara udara Rendani secara langsung. Akan tetapi seharusnya mulai dari sekarang pemerintah daerah melalui intansi yang berkepentingan sudah mulai mengatur tata pembangunan dengan melihat aspek lingkungan serta lain-lain karena fungsi utamanya yaitu sebagai resapan air. Dengan pembangunan tanpa kontrol yang baik maka beberapa tahun kedepan apakah masyarakat di daerah wosi dan sekitarnya masih dapat dengan mudah memperoleh air tanah? Harapan saya adalah pembangunan tersebut untuk beberapa tahun kedepan tidak menimbulkan efek banjir bandang di bandara udara Rendani, melihat lokasinya yang langsung berhadapan. Untuk itu wahai intansi yang berwenang lihatlah kembali fungsi dari lokasi tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar